Axl adalah seorang musisi metal yang merajalela di kota besar. Dengan tatapan tajam dan rambut pirang yang kusut, menjadikan ia personifikasi dari kekerasan dan kemarahan. Ia menyembunyikan kehidupannya yang liar di balik lirik-lirik keras dan riff gitar yang menggelegar.Saat sedang tidak ada jadwal panggung, Axl mencari penghidupan dengan menjadi mitra Gojek. Suatu hari, ia sedang mengemudi dengan sepeda motor sambil mengantarkan pesanan ayam geprek. Dia tiba di alamat yang diberikan, dan sampai di depan pintu terbuka untuk disambut oleh seorang wanita yang mempesona. Dengan wajah yang
Let’s Say Goodbye…
I still remember the day when I first saw her face. Actin' indiscreet, innocent, and wild. I think I remember, how it all started...!
B-b-b but something told me to think about this for a moment, "Why would you ever choose to be with someone who is not excited to be with you?"
Kebencian Media Sosial
Tulisan ini merupakan bagian dari trilogi (rencananya) dari tulisan sebelumnya yang berjudul delusi media sosial.
Delusi Media Sosial
Media sosial berhasil mendekorasi ruang gemanya sendiri, meyakinkan para penggunanya bahwa mereka layak untuk memiliki pecandu di kehidupan nyata. Namun pada dimensi lain, mereka hanyalah makhluk virtual yang sibuk menyebarkan cinta, respek, dan ketenaran palsu. Sebuah delusi yang menjadi morfin.