“Wkwkwkwkwkwk…” itulah susunan huruf yang pertama kali melintas dipikiran saya ketika mengunjungi halaman RevolusiMental.go.id per tanggal 26 Agustus 2015. Sebelumnya, Saya tidak bermaksud untuk berbicara politik, dan saya bukan penggemar Bapak Jokowi Widodo ataupun Bapak Prabowo Subianto, karena sejatinya Saya adalah penggemar Duo Serigala. Serius, ini dikarenakan goyang dribel mereka merupakan mahakarya sekaligus penghibur lara di tahun 2015 jika mengingat kembali jalanan menuju rumah Saya yang berlubang dan penuh dengan batu kerikil.
Jadi, apa yang akan Anda baca di artikel ini murni membahas aspek teknis dari website RevolusiMental.go.id yang menurut saya levelnya sudah setingkat dewa sehingga wajib untuk dibahas. Saya tidak mempermasalahkan berita di media yang mengatakan bahwa website ini menghabiskan dana sekitar 140 M, karena itu hanya kebiasaan mereka dalam membuat sensasi agar beritanya laku. Ya, mereka tidak mau melakukan validasi lebih lanjut sehingga tidak paham bahwa angka 140 M itu adalah anggaran untuk program Revolusi Mental (secara keseluruhan), sementara untuk bagian pembuatan website ini hanya menghabiskan 20 juta saja. Ya, itulah fakta media kita saat ini.
Jadi sekali lagi, Saya akan membahas masalah teknis di sini. Jika ada pihak yang merasa tersinggung atau dilecehkan oleh tulisan ini, mohon menghubungi saya di halaman kontak. Traktir saya minum kopi, dan masalah ini akan kita selesaikan.
OK, kita mulai dari sejarah website yang sangat amat luar biasa ini dalam menampilkan desain, konten, keamanan, dan fitur-fitur tak lazim lainnya. RevolusiMental.go.id resmi diluncurkan 2 hari lalu oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani. Saya pertama kali mengunjunginya pada hari Rabu, 26 Agustus 2015 sekitar jam 3 atau jam 4 subuh. Respon saya? Emejing kalo kata orang Jawa. Ingin langsung membuat tulisan ini tapi karena pagi hari Saya harus mengantar Ibunda tercinta ke pasar, maka saya urungkan niat tersebut.
Akhirnya, saya membuat tulisan ini pada malam hari. Namun ketika akan mengakses website tersebut (8:58pm), ternyata sudah terjadi sebuah revolusi yang luar biasa: Overload! wkwkwkwk…..

Bang! itulah tampilan dari homepage RevolusiMental.go.id saat tulisan ini dibuat. Yah, mau bagaimana lagi, Saya tidak bisa memberikan Anda tampilan aslinya. Mungkin Anda bisa mencarinya di media-media online. Di sini, Saya cuma bisa memberikan snapshot dari Google’s cache pada 26 Aug 2015 06:55:55 GMT.

Ah, ternyata Google juga tidak bisa menyimpan cache web ini dengan baik. It’s OK bro’…!
Sekarang sudah main-mainnya, waktunya untuk membahas website ini secara lebih lanjut.
WHOIS
Untuk yang belum tahu, whois merupakan sebuah fitur yang digunakan untuk mengecek identitas dari setiap domain, mulai dari tanggal daftar, pemilik, server, kontak, dsb. Intinya, whois itu sudah seperti STNK motor. Paham?
Nah, berikut ini data whois dari RevolusiMental.go.id yang Saya dapat dengan menggunakan layanan dari pandi.id:

Menarik melihat data whois di atas mengingat domainnya baru di daftarkan pada tanggal 21 Agustus yang lalu. Bagi saya, ini merupakan langkah yang benar-benar revolusioner dan menakjubkan, karena tahap register ke launching cuma butuh waktu 72 jam. Tapi mungkin ini dianggap biasa saja untuk tim kerja Bapak Presiden Jokowi Widodo, mengingat dulu saat masa debat pilpres beliau pernah berkata: “Panggil programmer aja, paling 2 minggu selesai”. Ya, ya, ya, akhirnya Saya paham dengan kalimat tersebut.
HOSTING
Singkat aja, hosting merupakan tempat untuk menyimpan file-file atau isi dari sebuah website. Nah, pada pagi hari (sebelum mengantarkan Ibu ke pasar) saya mendapatkan PM dari forum ads-id yang mengatakan bahwa website RevolusiMental.go.id ini menggunakan layanan hosting dari IDwebhost. Informasi ini sendiri bisa diketahui dengan melihat data dari whois.
Buat yang belum tahu, IDwebhost merupakan layanan hosting yang sudah sangat teruji dan tahan banting (Saya pernah menggunakannya tahun 2009 dan waktu itu Saya masih gondrong coy…). IDwebhost ini sendiri merupakan pelopor jasa hosting di Indonesia dan sudah ada sebelum internet populer seperti sekarang, bahkan jauh sebelum komputer dikenal luas oleh masyarakat, atau mungkin jauh sebelum Issac Newton menemukan teori gravitasi. Mungkin.
RevolusiMental.go.id menggunakan layanan shared hosting pada IDwebhost. Oleh banyak blogger, shared dianggap sebagai kasta terendah dalam dunia hosting. Mengapa? Karena kemampuannya yang memang tidak mumpuni dalam mengakomodir permintaan lalu lintas trafik yang besar. Lantas, Anda tahu berapa harga shared hosting yang mereka gunakan? Mereka menggunakan paket yang paling murah! Cuma Rp120.000/tahun. GOKIL!
Satu hal yang lebih gokil lagi, IDWebhost lokasinya di Jogja sementara tim Revolusi Mental ini ada di Jakarta. Yah masih sama-sama Indonesia sih, wkwkwkw…
Lanjut, namun ketika kita melihat data whois yang ada di atas, ternyata mereka sudah memindahkan atau lebih tepatnya menyembunyikan informasi mengenai server-nya sehingga sekarang kita tidak bisa beragumen bahwa RevolusiMental.go.id menggunakan hosting IDwebhost lagi. Kalau kata dosen Saya, data kamu tidak valid nak!.
Hal ini bisa dilihat dari data whois berikut:
- NS1: DAHLIA.NS.CLOUDFLARE.COM
- NS2: EVAN.NS.CLOUDFLARE.COM
Ya, mereka menggunakan layanan dari CloudFlare agar IP aslinya bisa ditutupi sehingga kita tidak bisa lagi mengetahui dimana lokasi server yang sebenarnya. It’s OK bro…! Namun tahukah Anda, bahwa hanya dengan memanfaatkan layanan dari CrimeFlare, maka IP asli sebuah domain bisa diketahui?

Lihat? IP aslinya adalah 219.83.68.84. Sekarang, Saya ingin bertanya kepada pihak yang bertanggung jawab terhadap website RevolusiMental.go.id ini. Bagaimana sendainya jika ada yang melakukan DDoS pakai LOIC dengan IP tersebut? Saya yakin, mereka akan menjawab: “ah, ntar kalau kejadian kita googling aja pake keyword “cara mengatasi ddos”, pasti ketemu kok”. Hmm… sudah kuduga (sambil menaruh tangan di bawah dagu).
Lantas, dimanakah IP 219.83.68.84 ini terletak? Menurut hasil cek View-DNS, mereka sudah memindahkan ke layanan milik Indosat.

Nah gitu, modal dikit dong! Meskipun demikian, untuk website dengan level seperti ini sudah seyogyanya menggunakan server sendiri, atau mungkin mempertimbangkan untuk menggunakan jasa dari BizNet.
Tapi belum sampai di sini, Saya masih ingin mengajak Anda bermain-main di View-DNS dulu. Soalnya, Saya penasaran ingin melihat lebih jauh website apa saja yang berada satu server dengan RevolusiMental.go.id (ini berdasarkan rekomendasi teman). Yuk diintip!

Wkwkwkwk… ternyata mereka bersama dengan website penyedia jasa sedot WC, jasa menggugurkan kandungan, sampai dengan penjual obat kuat. Salut! mereka benar-benar down to earth dan ingin lebih dekat dengan masyarakatnya lagi. Terbukti mereka tidak memandang kasta, bergaul dengan siapa saja, merangkul semuanya, bahkan yang bersifat kriminal sekalipun.
Secara teknis, saya tidak mempermasalahkan hal ini. Hanya saja, cukup lucu untuk sesuatu yang bersifat REVOLUSI. Apalagi diikuti dengan kata MENTAL di belakangnya.
CMS
CMS atau Content Management System (bingung menjelaskannya) adalah hal yang wajar digunakan modern ini, dan tidak ada yang melarang untuk mengadopsinya. Bahkan saya sendiri menggunakan WP untuk membangun blog ini. Tapi tentu akan menjadi luar biasa jika sebuah website yang memiliki tagline “REVOLUSI” masih menggunakan CMS WP. Pasalnya, dimana letak REVOLUSI tersebut? Memang kehadiran CMS WP ini pernah menjadi fenomena yang merevolusi dunia internet kala itu, tepatnya saat mouse komputer masih digerakkan oleh biji kelereng di bawahnya.
Tapi entahlah, mungkin saya yang gagal paham di sini mengenai korelasi antara CMS WP dengan REVOLUSI. Mungkin karena Saya yang terlalu banyak makan mi instan sehingga tidak bisa menangkap maksud tersebut. Atau karena terlalu sering nonton TRANS TV yang isinya cuma kehidupan Raffi Ahmad bersama istrinya sehingga saya sulit mengerti arti REVOLUSI itu sendiri. Entahlah.
Entah…, itulah judul lagu Iwan Fals yang diambil dari album Ethiopia pada tahun 1986.
Jujur, website presiden SBY kita dulu jauh lebih keren karena buatan sendiri, sekalipun memiliki riwayat pernah diretas dari warnet. Tidak ada maksud untuk menghina mereka yang hanya mengandalkan CMS WP ataupun meremehkan kemampuan mereka dalam membuat website, apa lagi Saya pribadi memang tidak memiliki kemampuan untuk membuat website. Maklum, waktu kuliah dulu Saya jarang mengikuti kelas Pemrograman WEB. Soalnya dosen waktu itu, Bapak I Wayan Simpen sering merokok di dalam kelas, Saya dibuat batuk-batuk karenanya. Eh sumpah, paragraf ini gak penting banget yah, hahaha…
OK, Saya terus mencoba menangkap apa maksud dari penggunaan CMS WP untuk website yang menjual nama REVOLUSI ini? Mungkin karena nilai rupiah yang benar-benar jatuh terhadap dollar dan membuat perekonomian kita terganggu, sehingga tim Revolusi Mental mencoba untuk menghemat anggaran. Ya, jadi dengan menggunakan WordPress gratis, cukup install di Cpanel dengan bantuan Softaculous, memanfaatkan fasilitas CloudFlare gratis dari hosting, kemudian bisa lebih menghemat biaya pembuatan website ini. Ya, sebuah alasan yang sangat masuk akal menurut Saya.
DESAIN
Nah, ini dia bagian yang paling sensitif. Mengapa? kerena layout RevolusiMental.go.id ini sebenarnya plagiat. Ya, mereka melakukan plagiat dari website Presiden Amerika, Barack Obama. Satu hal yang lebih parah, mereka sampai melakukan copy-paste pada kode CSS-nya.

Gambar di atas merupakan hasil capture ID ixan. dari forum Kaskus. Soalnya, saat ini mereka sudah menghapus kode CSS tersebut (ya jelaslah, sudah ketahuan gitu).
Terakhir, dan merupakan bagian yang paling epic menurut saya adalah ketika mereka lupa menghapus bagian penting dari script copy-paste tersebut, yaitu pada bagian donasi ke Obama. Wkwkwkwk…. Apa urusannya masyarakat Indonesia harus mengirimkan donasi ke Obama.
Oh iya, hampir lupa. Obama kan pernah tinggal di Menteng, sehingga ada ikatan emosional dengan masyarakat Indonesia dan harus segera disumbang sebagai bagian dari REVOLUSI MENTAL. Wkwkwkwkw… sepertinya mereka sudah mabuk akibat goyang dribel dari Duo Serigala. Arrggghhhh… goyang mas…!!!
***
Sudahlah, mungkin tim Revolusi Mental yang dipimpin oleh Puan Maharani ini sudah bingung mengingat banyaknya hal yang harus dibenahi di negara kita ini. Wajar saja kalau mereka menjadi galau, mulai lapar, atau mungkin mereka sudah lelah. Apapun itu, saya akan menutup tulisan ini dengan susunan huruf paling misterius di dunia: “Wkwkwkwkwkwk…..”
Tengah malam, 26 Agustus 2015,
dari tempat dengan akses Wi-Fi gratis.
Nah, ini gua bukanya per tanggal 1 dec 2015, tuh website masih aja down.
ya udah, ikutan nulis wkwkwkw….